Kamis, 20 Agustus 2015

Hal Unik Dibalik Proklamasi Kemerdekaan RI

 Halo sobat! udah lama ga posting, hehe. Kali ini saya akan memberikan sebuah postingan tentang fakta unik saat proklamasi. Udah terlambat ya? ga papa deh, lumayan kan nambah pengetahuan :D












  70 tahun sudah Indonesia merdeka, meskipun sudah lama merdeka ternyata masih ada beberapa guyonan masyarakat yang menanyakan kebenaran akan sudah merdekanya bangsa ini. Terlepas dari apapun penilaian masyarakat kita tetap harus menghargai pejuang-pejuang kita  yang susah payah merebut kemerdekaan bangsa ini dari para penjajah. Beragam peristiwa patriotik mereka terukir dalam sejarah yang pasti disampaikan guru-guru ataupun orang tua kita di sekolah maupun di rumah.
   Namun dibalik kumpulan peristiwa bersejarah tersebut terdapat juga beberapa fakta yang cukup unik, sekarang mungkin terlupakan atau bahkan sama sekali kita tidak mengetahuinya. Penasaran..? Ini dia:

1. Soekarno Sakit Saat Malam Proklamasi
   Pada malam proklamasi ternyata Soekarno sedang menderita malaria yang menyebabkan dia tidak enak badan dan demam. Pada saat itu Bung Karno harus begadang bersama sahabatnya untuk menyusun naskah Proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Setelah selesai, Bung Karno dialiri chinineurethan intramusculair dan meminum obat pil brom chinine serta kemudian tidur.
Besoknya Bung Karno bangun sekitar pukul 09:00 dan tepat pada pukul 10:00 beliau membacakan teks Proklamasi. Setelah selesai mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan dilakukan upacara bendera, Bung Karno kembali ke kamar tidur dan beristirahat. really? It is history :)

2. Bendera Pusaka Terbuat dari Kain Sprei
   Sebelum 16 Agustus 1945, Istri Bung Karno, Fatmawati, sebenarnya sudah membuat bendera merah putih. Tapi bendera itu dianggap terlalu kecil karena panjangnya hanya 50 cm. Fatmawati lalu membongkar lemarinya dan menemukan selembar kain sprei putih, tapi tidak ada kain merah. Lalu seorang pemuda bernama Lukas Kastaryo berkeliling dan mendapatkan kain merah milik penjual soto. Kain tersebut dibeli dan diberikan kepada Fatmawati. Bendera baru berukuran 276×200 cm itu pun dikibarkan pada 17 Agustus 1945 di tiang bambu sederhana. What do you say? Fantastic :D

3. Naskah Proklamasi Hilang, dan Ditemukan di Tempat Sampah
   Draft teks proklamasi ditulis pada secarik kertas oleh Bung Karno dengan didikte oleh Bung Hatta. Anehnya, setelah acara selesai, dokumen penting itu hilang. Ternyata kertas tersebut terbuang di tempat sampah di rumah Laksamana Maeda. Beruntung, wartawan BM menemukannya. Setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari, akhirnya dia menyerahkannya kepada presiden Soerharto pada tanggal 29 Mei 1992. Believe it? hoho maybe :D

4. Upacara Dilangsungkan Secara Sederhana
   Proklamasi tentunya tidak dilakukan seperti zaman sekarang. Upacara berlangsung tanpa protokol, korps musik, konduktor dan pancagram. Tiang bendera yang terbuat dari bambu juga hanya di pasang sekitar beberapa menit sebelum upacara dilaksanakan. Namun pada saat itu rakyat Indonesia yang telah berada di halaman rumah Soekarno serentak menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan berbaris rapi tanpa ada yang memandu. Wow? Fantastic

5. Negatif Film Foto Dokumentasi Kemerdekaan Disimpan di Bawah Pohon
   Upacara proklamasi diabadikan oleh fotografer Frans Mendoer. Begitu upacara selesai, Frans didatangi tentara Jepang yang ingin merampas negatif film gambar tersebut. Frans berbohong dengan mengatakan negatifnya sudah diserahkan ke Barisan Polopor. Padahal, negatif film momen penting tersebut ditanamnya di bawah pohon di halaman kantor Harian Asia Raja. Andai negatif film tersebut dirampas Jepang, tentu kita tak akan pernah bisa melihat momen dramatis peristiwa proklamasi yang bersejarah. What? Negatif film? Negatif film is klise :D

6. Microphone Mati Saat Pembacaan Teks Proklamasi
   Ketika Soekarno sedang membacakan teks proklamasi, tiba-tiba saja microphone yang digunakannya mati. Dan rekaman-rekaman teks proklamasi yang saat ini sering diperdengarkan adalah teks yang direkam pada tahun 1950an. Wajar saja kualitas pengeras suara saat itu tidak sehebat ini, apalagi penyetel suara yang handa. hoho? hehe

   Nah, teman-teman sudah tau kan sedikit fakta dibalik proklamasi  70 tahun silam?. Mungkin masih banyak lagi hal-hal unik yang belum saya ketahui karena keterbatasan pengetahuan hehe. Dari fakta tersebut bisa kita ambil kesimpulan. Ketika proklamasi mungkin teknologi yang ada sangat minim tapi semangat juang mereka sangat kuat sehingga bisa mewujudkan kemerdekaan Indonesia, namun sekarang teknologi sudah sangat komplit tapi semangat kita sangat minim sehingga kita tidak bisa memberikan kontribusi untuk Indonesia. boro-boro Indonesia, desa kita aja ga bisa :D.

   Dari hal tadi kita bisa belajar bahwa perjuangan itu pasti akan membuahkan hasil, tinggal kita yang harus memiliki semangat dan melaksanakan amanah yang ada di pundak kita sebagai warga negara Indonesia, semoga bermanfaat :)

Jumat, 14 Agustus 2015

Remaja Tunanetra yang Hafal Al Qur'an



 Halo sobat, jumpa lagi dipostingan saya, kali ini saya akan menulis tentang seorang hafidz yang beberapa hari yang lalu tampil di STQN XXIII di Gedung Asrama Haji Jakarta, sebelum membaca tulisan ini ada baiknya kawan-kawan membantu postingan saya dengan mengklik tulisan iklandiatas (yang tertera sebelum judul) hehe.



 


Kisah Tunatetra Penghafal 30 Juz dan Cincin Batu








 

    Suara barisan penonton yang duduk di depan panggung setinggi satu meter itu tampak riuh. Sesekali, dua bocah berkerudung berlarian di depan panggung, saling mengejar. Suaranya menggema di dalam Gedung D3, Asrama Haji Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2015, sore.

   Ketika pembaca acara menyampaikan informasinya. "Peserta urutan ke-12 diharap maju,"
Seketika suara penonton yang hadir tenggelam tenang. Dua bocah berkerudung yang tadi berlarian sudah duduk karena perintah orangtuanya.

   Tak berselang lama, dari belakang si pembaca acara, seorang pria bertubuh gempal berjalan menuju panggung. Langkahnya perlahan. Beda dengan tahfidz yang lain, ia tidak sendiri. Seorang bertubuh kecil menuntun jalannya.

   Berbaju hijau dan bersongkok hitam, Rahmat Iskandar duduk bersila di memunggungi gapura bertuliskan Seleksi Tilawatil Quran XXIII cabang hifzhil kategori 30 juz. Sorotan lampu tampak memerindah ornamen panggung kecil itu. Sayang, tata artistik panggung itu tak bisa ia saksikan.
Tet, tet. Bel tanda dimulainya ujian.

Salah seorang dari balik sekat berwarna putih yang duduk di samping-samping depan panggung mengucapkan basmallah. Tak berselang lama sebuah potongan ayat dari Surat At-Taubah terbaca mengalun.

   Jantung Rahmat berdegub kencang. Tanda grogi. Tetapi, ia mencoba tetap tenang.
Rahmat kemudian melanjutkan potongan ayat yang dibacakan Dewan Hakim tadi. Suaranya mengalun indah. Tak tampak grogi. Hadirin menyimak. Tiga kali suara bel berbunyi. Sebuah potongan ayat dibaca lagi. Rahmat masih sanggup melanjutkan, tak ada yang meleset.

   Kali ini, lantunan ayat suci yang keluar dari mulutnya seolah menghipnotis penonton. Suasana jadi khusyuk. Hingga akhirnya, suara bel empat kali terdengar. Tanda ujian hafalan Alquran selesai. Doa penutup segera terucap dari mulutnya,
"Sodaqollahul Adzim...," tutupnya.

   Sontak penonton yang hadir berpekik, "Subhanallah!". Tampak pula ada yang berdiri dan bersiap menuju ke padanya. Saat berjalan tak jauh dari panggung, beberapa orang berebut menyalami. Bahkan ada yang mencium tangannya. Sebagian lagi mengajaknya berfoto. Tapi, Rahmat masih tak dapat melihat wajah-wajah itu. Dia hanya mendengar sekelilingnya riuh. Ucapan takjub masih terdengar. Kali ini ucapan itu terdengar lirih, "Subhanallah."

   Agak jauh dari kerumunan penonton, Rahmat diminta duduk. Dia meraba-raba kursi yang diletakkan di dekat salah satu pilar bangunan gedung. Ya, itulah Rahmat Iskandar. Remaja tunanetra berusia 19 tahun asal Lampung. Meski tak dapat melihat, namun dia mampu menghafal 30 juz Alquran.

   Kemahirannya menghafal Alquran itu didapatnya ketika menjadi santri di Pesantren Miftahul Jannah, Lampung Timur. Dia yang kala itu berusia delapan tahun mendapatkan bantuan menghafal Alquran dari sang pemilik pondok, KH Ainun Shiha.

   "Pertama kali dibacakan oleh Pak Kyai. Saya mendengar lalu lafalkan. Hafalannya pada awal-awal tidak banyak," katanya. Di tahun 1999, saat ia berusia 12 tahun, 30 juz Alquran itu ia tamatkan. Meskipun sudah mencapai katam ia terus mengulang hafalannya.
"Sehari setidaknya satu juz," katanya.

   Pernyataan Rahmat itu diamini Noven, salah satu pendamping kontingen STQ asal Lampung. Noven, yang mengenal Rahmat sejak berusia 10 tahun, mengaku takjub dengan kemampuan Rahmat.
"Dari dulu bekal hafalannya sudah kuat. Sehingga dia tinggal mengulang," ungkapnya.
Noven mengatakan, proses belajar Rahmat yang pesat terbantu teknologi. "Jika dahulu harus dibacakan kiai, kini pakai kaset," tuturnya.

   Kesabaran Rahmat menghafal menunjukkan hasilnya saat mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran tingkat nasional tahun 2014 yang diselenggarakan di Batam, Kepulauan Riau. Di pentas MTQ itu, ia mampu menyabet juara kedua cabang hafalan kategori 30 juz.

   "Ya karena (prestasi) itu dia menjadi kebanggan Lampung," kata Noven diikuti senyum.
Meskipun sudah berprestasi Rahmat rupanya sosok yang humoris. Kejadian itu terjadi saat Noven menanyakan cincin batu yang dipakainya.

   "Eh, coba itu cincin batu apa itu?" pancing Noven.
Rahmat pun membalas. "Ini batu biasa Pak. Nggak ada apa-apanya. Beneran. Batunya jenis saibah," katanya sambil menunjukkan batu cincin yang terpasang di jarinya.
Ke depan, cobaan yang selalu hadir bagi seorang penghafal Alquran adalah ingatan visual. Untuk menghindari itu, banyak dari penghafal Alquran menepi dari dunia modern untuk terus mengulangi hafalan dan bertawaduk. Tetapi, Noven menanggapi metode tersebut dengan berseloroh, "Ya, untungnya  dia tidak bisa 'melihat' itu. Terutama wanita. Hehehe.

   Nah sobat, sudah sepantasnya kita malu dengan Rahmat, dia seorang tunanetra, tetapi mampu menghafalkan Al qur'an 30 juz, sedangkan kita? boro boro 30 juz, 1 juz saja belum hehe. Namun jika kita memang tidak dapat menghafal Al qur'an dengan berbagai alasan setidaknya kita istiqamah membacanya setiap hari dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Al qur'an dalam kehidupan sehari.

   Sekian dulu postingan ini yaa,, nanti saya lanjutkan dengan artikel lain tentunya dengan tema yang lain hehe. semoga bermanfaat :)

Rabu, 12 Agustus 2015

Uang Seratus Ribu dan Pelajarannya

Hai sobat :) jumpa lagi dipostingan saya,, hhe
kali ini saya akan menulis sebuah kisah singkat yang memiliki makna untuk kita semua...
Cerita ini saya dapat dari senior saya seorang mufassir yang hafidz hehe. mungkin kisah ini sedikit ada perbedaan, karena saya yang menulis :D, tapi maksud dan tujuannya sama...
simak yaa









    Uang seratus ribu, kita semua pasti mengetahuinya karena seratus ribulah mata uang terbesar di Indonesia. Ketika uang seratus ribu ada ditangan kita, kita pasti menjaganya agar tidak terlipat-lipat apalagi kusam seperti uang seribu perak. Singkat cerita seorang guru di sebuah sekolah ketika dia memberikan pelajaran lewat uang seratus ribu di kelas.

   Dengan memegang uang seratus ribu sembari mengangkat uang itu keatas sang guru berkata "Siapa yang mau uang ini?". Semua murid pun mengangkat tangan dan berkata "Saya mau".

   kemudian guru itu meremas uang itu dengan tangannya dan berkata "Sekarang siapa yang mau uang ini?". Kembali semua murid mengangkat tangan dan mengatakan "Saya mau."

   Selanjutnya dia melemparkan uang itu kelantai dan menginjaknya dengan sepatu sampai uang itu menjadi kotor ia pun berkata "Sekarang siapa yang mau ini?." Tetap saja semua murid mengangkat tangan dan mengatakan "saya mau."

   Saat itulah sang guru memberikan palajaran terhadap muridnya, dia berkata "Inilah pelajaran kalian hari ini, dengan cara bagaimanapun kalian mengubah bentuk mata uang ini tidak akan pernah berpengaruh pada nilainya. Jika dikiaskan dengan kehidupan bagaimanapun kalian dihina, diremehkan, direndahkan, dilecehkan bahkan difitnah, kalian harus tetap yakin bahwa nilai hakiki kalian tidak akan pernah tersentuh, kalian akan teteap berdiri kokoh, secara otomatis kalian memaksa orang lain mengakui harga diri kalian, namun bila kalian kehilangan kepercayaan terhadap diri kalian sendiri, saat itulah kalian kehilangan segala-galanya.

   Demikianlah sebuah kisah singkat dengan pelajaran yang ada didalamnya, semoga ini bermanfaat untuk kita semua, jangan lupa tetap berkunjung ke blog saya, karena postingan yang baru menanti :)



Senin, 10 Agustus 2015

Sosok Dibalik Sampul Belakang Buku Iqro'

Halo sobat... Udah sehari nih ga posting,, hhe
Pada kesempatan kali ini ane mau ngenalin nih siapa sih orang yang ada di cover belakang buku iqro', kalian semua pasti pernah melihat wajah beliau, tapi belum tahu nama dan sosok beliau bagaimana, simak yaa


   Nama beliau adalah K.H. As’ad Humam penemu metode iqro' lahir pada tahun 1933. Nama asli dari KH As’ad Humam hanyalah As’ad saja, sedangkan Humam adalah nama ayahnya, H Humam Siradj. KH As’ad Humam (alm) tinggal di Kampung Selokraman, Kotagede Yogyakarta. Ia adalah anak kedua dari 7 bersaudara. KH Asad Humam berprofesi sebagai pedagang imitasi di pasar Bringharjo, kawasan Malioboro Yogyakarta. Profesi ini mengantarnya berkenalan dengan KH Dachlan Salim Zarkasyi. Berawal dari silaturahim ini kemudian KH As’ad Humam mengenal metode Qiroati.

   Betapa hebatnya beliau bisa menemukan metode iqro' padahal beliau bukan seorang akademisi atau kalangan terdidik lulusan Pesantren atau Sekolah Tinggi Islam, beliau hanya lulusan kelas 2 Madrasah Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta (Setingkat SMP).

   Metode iqro' yang ia dapatkan berasal dari keinginannya untuk mencetuskan metode qiroati, dari metode qiroati muncullah gagasan-gagasan KH As’ad Humam untuk mengembangkannya supaya lebih mempermudah penerimaan metode ini bagi santri yang belajar Al qur'an. Mulailah KH As’ad Humam bereksperimen, hasilnya kemudian ia catat, dan ia usulkan kepada KH Dachlan Zarkasyi.

   Gagasan-gagasan tersebut seringkali ditolak oleh KH Dachlan Salim Zarkasyi, terutama untuk dimasukkan dalam Qiroati, karena menurutnya Qiroati adalah inayah dari Allah sehingga tidak perlu ada perubahan. Hal ini mengakibat terjadinya sedikit konflik antara kedua tokoh tersebut. Sehingga pada akhirnya muncullah gagasan KH As’ad Humam dan Team Tadarus Angkatan Muda Masjid dan Mushalla (Team Tadarus “AMM”) Yogyakarta untuk menyusun sendiri dengan pengembangan penggunaan cara cepat belajar membaca Al-Qur’an melalui metode Iqro yang pastinya dikenal oleh masyarakat muslim bukan hanya di Indonesia, bahkan dikenal di Malaysia dan Singapura.

   Beliau mengalami cacat fisik sejak remaja. Beliau terkena penyakit pengapuran tulang belakang, dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta selama satu setengah tahun. Penyakit inilah yang membuat As’ad Humam tak mampu bergerak secara leluasa sepanjang hidupnya. Hal ini dikarenakan sekujur tubuhnya mengejang dan sulit untuk dibungkukkan. Dalam kesehariannya, sholatnya pun harus dilakukan dengan duduk lurus, tanpa bisa melakukan posisi ruku’ ataupun sujud. Bahkan untuk menengok pun harus membalikkan seluruh tubuhnya.

    K.H. As’ad Humam telah meninggalkan kita untuk selamanya. Pada awal Februari tahun 1996 dalam usia 63 tahun, beliau dipanggil Allah SWT. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada bulan Ramadhan hari Jum’at (2/2) sekitar Pukul 11:30. Jenazah KH. As’ad Humam dishalatkan di mesjid Baiturahman Selokraman Kota Gede Yogya tempat ia mengabdi. Beliau sangat layak disebut sebagai pahlawan bagi kita semua. Meskipun beliau telah meninggal dunia, ilmu yang beliau wariskan menjadi kebaikan bagi beliau yang terus mengalir menambah kebaikan bagi beliau di sisi Allah.

   Nah, sekarang kita sudah tau sosok beliau, secara otomatis beliau memiliki banyak murid karena gagasan metode iqro' yang beliau buat. Saat masih kecil saya yakin kita semua belajar iqro' sebelum belajar Al qur'an dan ketika sudah dewasa banyak yang mahir membaca Al qur'an bahkan menjadi seorang qari berawal dari belajar iqro, sudah sepantasnya kita bersyukur dan berterimakasih kepada beliau, karena lewat beliau sekarang kita bisa membaca Al qur'an.

Cara Agar Baterai Handphone Tidak Kembung (Bengkak)

Hai sobat, jumpa lagi dipostingan saya, kali ini saya akan memberikan tips bagaimana cara agar baterai handphone kita tidak kembung (bengkak). simak ya











Baterai yang kembung (bengkak) sudah pasti dibenci oleh semua orang, karena ukurannya yang besar dan pengisian yang tidak stabil serta menyusahkan kita untuk menutup bagian belakang handphone. Hal ini tentu ada akibatnya yang pasti akibatnya berasal dari sang pemilik ponsel tersebut. Ada beberapa akibat yang membuat baterai ponsel cepat kembung yang ditandai karena baterai yang sering panas.

Baterai yang panas, bisa disebabkan banyak hal seperti, bermain game yang lama, telpon yang lama, browsing yang lama dan lain sebagainya. Kalian pasti pernah melakukan hal itukan? hehe padahal bahaya untuk baterai masih aja sering kita lakukan :D. Tau ga baterai yang sering panas akan cepat pula menjadi kembung. Saya sudah pernah mengalami, pertama baterainya nge-drop dan yang terakhir adalah baterainya membesar seperti perut yang ditekan hehe.

Saat itu saya cari cara untuk membuat baterainya bisa kempes kata orang-orang sih dinginkan aja di freezer, sudah Saya praktekan dengan menunggu baterainya beku selama 4 – 5 hari tapi hasilnya tidak berhasil, jadi saya tidak berpikir lagi langsung saja saya buang baterainya, mending beli yang baru kan :mrgreen: .

Saya yakin deh kalian juga masih tidak dapat merawat baterai dengan baik, kebiasaan kita saat memakai ponsel sambil di charge padahal itu membuat baterai jauh lebih panas. Baterai baru banyak, tapi kualitasnya tidak sebanding dengan baterai asal yang ada di handphone, nah ubah kebiasaan buruk kita sob agar baterai handphone kita tidak kembung alias bengkak :D. ini caranya:
  1. Kurangi waktu memegang ponsel sesaat, seperti mengirim SMS, bermain game, dan lain-lain. Jadi selain membuat kemampuan baterai tidak cepat habis, bisa membuat baterai tidak panas.
  2. Jangan melakukan apa-apa saat ponsel sedang dicharge kecuali jika ada masalah penting.
  3. Jangan meng-charge ponsel (ngecas HP) dengan charge duduk (charge yang harus melepas baterai pada HP). Hal ini hanya akan membuat proses kembung baterai lebih cepat.
  4. Jika baterai ponsel sudah panas, jangan dikeluarkan dan didinginkan dengan udara, lebih baik biarkan baterai tersebut berada diponsel dan istirahatkan ponsel sebentar.
  5. Jangan sering cabut baterai dari Handphone.
Nah, sekarang kalian udah tau caranya, jadi pakai aja cara itu lumayan kan gak nambah masalah handphone hehe. Semoga bermanfaat ya sobat...

Sabtu, 08 Agustus 2015

Kisah Seorang Pemuda yang Istiqamah Mengerjakan Shalat Dhuha

Hai sobat ! jumpa lagi di Blog saya, ini artikel pertama saya.
kali ini saya akan menulis sebuah kisah nyata seorang pemuda yang selalu melaksanakan shalat dhuha, baca dan simak sampai selesai ya... Semoga bermanfaat

keajaiban sholat dhuha

Kisah ini diceritakan oleh seseorang bernama Muhamad Ihsan. Salah satu dari 7 sunnah harian Rasulullah SAW adalah shalat Dhuha. Dan inilah amalan yang saya lakukan semenjak saya masuk SMK (SMA). Berawal dari nasehat ibu yang mengatakan “san … mulai sekarang, rajinin shalat-shalat sunnah seperti dhuha, tahajud, hajat, istikharah, dll … kalo dari sekarang ihsan sudah males gimana nanti kalo sudah punya istri dan anak”.

Berangkat dari nasehat ibu, saya mulai melakukannya dari kelas 1 SMK. Setiap jam istirahat yang kebetulan sudah masuk waktu dhuha, saya shalat di mushalla sekolah, kadang makan dulu dikantin baru shalat, kadang sebaliknya.

Karena tidak enak kalo shalat sendirian akhirnya saya mulai ngajak beberapa temen kelas untuk shalat dhuha, Alhamdulillah pada nolak. Akhirnya ada juga satu dua orang yang ikut. Karena kita semua masih dalam tahap belajar rutinin shalat dhuha, tidak jarang juga kami keasyikan jajan dan ngobrol akhirnya waktu istirahatnya selesai yang mengakibatkan kita tidak dhuhaan pada hari itu.

Dan alhamdulilah mulai banyak temen yang shalat dhuha, tidak dari temen kelas, namun ada juga dari kelas lain. Apalagi kalo lagi ada ujian mata pelajaran tertentu, wudhu pun sampai ngantri. Ketika saya kelas 3 semester dua, saya mendapat info bahwa ada beasiswa dari Yayasan Beasiswa Jakarta. Saya mengajukan bersama ketiga temen kelas saya, Alhamdulillah semua dokumen dan syarat yang diperlukan dapat saya dan teman-teman penuhi.

Pengumuman pun tiba, tanpa disangka-sangka kami berempat menerima beasiswa tersebut, padahal kami mendapat kabar bahwa di kelas lain yang mengajukan beberapa orang namun hanya 1-2 orang yang dapat. Dan uang tunai senilai Rp 1.200.000,- kami terima per siswa. Dan inilah awal dari keberkahan shalat dhuha yang saya dapatkan. Alm. Ayah menginginkan saya untuk melanjutkan studi kejenjang perkuliahan, dan akhirnya setelah proses panjang, akhirnya saya kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta jurusan Asuransi Syariah.

Belum genap sebulan saya kuliah, Ayah saya wafat. Alhamdulillah impiannya sudah tercapai yaitu melihat saya bisa kuliah. Dan semenjak Ayah wafat, ibulah yang membiayai kuliah saya dari hasil berdagang nasi uduk setiap pagi didepan rumah.

Allah selalu punya rahasia yang sangat teristimewa bagi setiap hamba-Nya. Semingggu setelah Alm. Ayah wafat saya mendapatkan Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM) dari universitas senilai Rp 5.000.000,-. Inilah “reward” pertama saya di kampus dari Allah karena Shalat Dhuha.

Beberapa atm dan buku rekening beasiswa yang saya dapatkan tak berhenti disitu, Alhamdulillah hampir setiap semester saya mendapatkan beasiswa dari DIPA, BAZIS, Yayasan Beasiswa Jakarta, dll. Kalau ditanya sudah berapa kali saya mendapat beasiswa, saya lupa karena saking bayaknya, tapi saya juga pernah ditolak sama Yayasan Beasiswa Jakarta ketika saya mengajukan di semester 5, namun ketika semester 7 akhirnya dapat. Ada saja jalan dari-Nya sehingga saya bisa mendapatkan beasiswa tersebut.

Baginda Rasulullah SAW bersabda; “pada setiap manusia diciptakan 360 persendian dan seharusnya orang yang bersangkutan (pemilik sendi) bersedekah untuk setiap sendinya”. Lalu para sahabat bertanya; “Ya Rasulullah saw siapa yang sanggup melakukannya?”. Rasulullah saw menjelaskan “membersihkan kotoran yang ada di masjid atau menyingkirkan segala sesuatu (yang dapat merugikan orang lain) dari jalan raya, apabila ia tidak mampu maka shalat dhuha dua rakaat , dapat menggantinya”. (HR. Ahmad bin Hambal dan Abu Daud).

Penjelasan tentang hadits ini subhanallah ternyata memang benar adanya. Alhamdulillah setelah melakukan shalat dhuha badan terasa segar, seperti orang yang sering melakukan olahraga pagi setiap harinya. Karena saya termasuk orang yang jarang melakukan olahraga pagi dikarenakan setiap paginya saya harus membantu ibu berdagang nasi uduk didepan rumah, jadi sebelum saya beraktifitas keluar rumah saya shalat dhuha minimal 2 rakaat jika sedang terburu-buru, dan 8-12 rakaat jika sempat.

Jadi bagi orang-orang yang tidak sempat melakukan olahraga pagi, cukup shalat dhuha 2-12 rakaat setiap harinya. Dan saya juga pernah bertanya kepada seorang ulama sepuh yang mempunyai yayasan di desa tersebut ketika saya KKN (Kuliah Kerja Nyata) didesa Cibitung, Bogor.

“Pa … amalan apa yang membuat bapak walaupun sudah sepuh begini tapi pendengaran dan penglihatannya masih sangat bagus, bahkan bapak masih kuat mencangkul di sawah setiap hari ?”. Bapak ini menjawab “rajinin shalat malam dan dhuha”. Lain lagi seorang nenek yang saya jumpai juga masih di desa tersebut, dan nenek ini pun pendengaran, penglihatannya bahkan ingatannya juga masih sangat bagus ketika menceritakan kisah hidupnya sampai beliau bisa tinggal di desa tersebut.

“Nek … umur nenek berapa nek? Kok nenek masih inget semuanya (kisah hidup) dah?” nenek ini menjawab, “umur nenek sudah ratusan … sejak nenek masih muda nenek sering puasa sunnah (senin kamis) dan shalat dhuha.”

Dalam hadits qudsi, Rasulullah saw bersabda, Allah SWT berfirman “wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas melakukan shalat empat rakaat di pagi hari, yaitu shalat dhuha, niscaya nanti akan kucukupi kebutuhanmu hingga sore harinya.” (HR. Al-Hakim dan At-Tabrani).

Dan cerita bagaimana saya mendapatkan beasiswa sejak saya kelas 3 SMK sampai sekarang insyaAllah sudah bisa menjawab hadits ini. Dan ternyata shalat dhuha membawa pengaruh positif terhadap penurunan stress. Apabila shalat dhuha dilaksanakan dengan ikhlas, dapat memperbaiki emotional positif, yang dari sisi medis jika kita jalankan secara terus menerus, tepat gerakannya, khusyu, dan ikhlas dapat memelihara immunitas tubuh yang baik dapat membuat individu terhindar dari infeksi, resiko terkena berbagai penyakit.

“Bagi yang sudah shalat dhuha namun belum mendapatkan “reward” dari Allah, sabar dulu … Allah aja sabar nunggu kita shalat dhuha. Kalo Anda memperhatikan saya mulai shalat dhuha dari kelas 1 SMK, Alhamdulillah berbagai macam “reward” baru saya dapatkan ketika saya kelas 3 SMK, berarti butuh 2 tahun.

Yuk shalat dhuha dan rasakan “taste” nya yang menakjubkan” kata Muhamad Ihsan seperti dikutip Serunik.com.

Nah sobat sudah bacakan bagaimana kisah seseorang yang selalu istiqamah dalam mengerjakan shalat dhuha? dia selalu mendapatkan kebaikan. Tunggu apa lagi sobat, yuk kita sama sama niatkan dalam hati untuk melaksanakan shalat sunnah insyaAllah akan dipermudah segala urusan.


Terimakasih untuk kalian yang menyempatkan membaca kisah yang penuh inspirasi ini semoga bermanfaat... etsss,, baca lagi postingan saya nanti, ga baca rugi loooo :D

Jumat, 07 Agustus 2015

SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA

Halo sobat...!!!
 Selamat datang di blog sederhana yang saya kelola ini... :)
Pada blog ini saya akan memberikan postingan berupa artikel, cerita, tips-tips, aneka remaja, kata-kata bijak, kata-kata cinta, biografi, humor dan banyak lagi posting lainnya.

Sobat jangan lewatkan satu postingpun di blog ini, karena kalau tidak baca postingan di sini rugi lho :p.

Sekian dulu deh pengantar dari saya, jangan lupa ya, kunjungi selalu blog saya ini...

 Terimakasih kunjungannya :)