Halo sobat! udah lama ga posting, hehe. Kali ini saya akan memberikan sebuah postingan tentang fakta unik saat proklamasi. Udah terlambat ya? ga papa deh, lumayan kan nambah pengetahuan :D
70 tahun sudah Indonesia merdeka, meskipun sudah lama merdeka ternyata masih ada beberapa guyonan masyarakat yang menanyakan kebenaran akan sudah merdekanya bangsa ini. Terlepas dari apapun penilaian masyarakat kita tetap harus menghargai pejuang-pejuang kita yang susah payah merebut kemerdekaan bangsa ini dari para penjajah. Beragam peristiwa patriotik mereka terukir dalam sejarah yang pasti disampaikan guru-guru ataupun orang tua kita di sekolah maupun di rumah.
Namun dibalik kumpulan peristiwa bersejarah tersebut terdapat juga beberapa fakta yang cukup unik, sekarang mungkin terlupakan atau bahkan sama sekali kita tidak mengetahuinya. Penasaran..? Ini dia:
1. Soekarno Sakit Saat Malam Proklamasi
Pada malam proklamasi ternyata Soekarno sedang menderita malaria yang menyebabkan dia tidak enak badan dan demam. Pada saat itu Bung Karno harus begadang bersama sahabatnya untuk menyusun naskah Proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Setelah selesai, Bung Karno dialiri chinineurethan intramusculair dan meminum obat pil brom chinine serta kemudian tidur.
Besoknya Bung Karno bangun sekitar pukul 09:00 dan tepat pada pukul 10:00 beliau membacakan teks Proklamasi. Setelah selesai mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan dilakukan upacara bendera, Bung Karno kembali ke kamar tidur dan beristirahat. really? It is history :)
2. Bendera Pusaka Terbuat dari Kain Sprei
Sebelum 16 Agustus 1945, Istri Bung Karno, Fatmawati, sebenarnya sudah membuat bendera merah putih. Tapi bendera itu dianggap terlalu kecil karena panjangnya hanya 50 cm. Fatmawati lalu membongkar lemarinya dan menemukan selembar kain sprei putih, tapi tidak ada kain merah. Lalu seorang pemuda bernama Lukas Kastaryo berkeliling dan mendapatkan kain merah milik penjual soto. Kain tersebut dibeli dan diberikan kepada Fatmawati. Bendera baru berukuran 276×200 cm itu pun dikibarkan pada 17 Agustus 1945 di tiang bambu sederhana. What do you say? Fantastic :D
3. Naskah Proklamasi Hilang, dan Ditemukan di Tempat Sampah
Draft teks proklamasi ditulis pada secarik kertas oleh Bung Karno dengan didikte oleh Bung Hatta. Anehnya, setelah acara selesai, dokumen penting itu hilang. Ternyata kertas tersebut terbuang di tempat sampah di rumah Laksamana Maeda. Beruntung, wartawan BM menemukannya. Setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari, akhirnya dia menyerahkannya kepada presiden Soerharto pada tanggal 29 Mei 1992. Believe it? hoho maybe :D
4. Upacara Dilangsungkan Secara Sederhana
Proklamasi tentunya tidak dilakukan seperti zaman sekarang. Upacara berlangsung tanpa protokol, korps musik, konduktor dan pancagram. Tiang bendera yang terbuat dari bambu juga hanya di pasang sekitar beberapa menit sebelum upacara dilaksanakan. Namun pada saat itu rakyat Indonesia yang telah berada di halaman rumah Soekarno serentak menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan berbaris rapi tanpa ada yang memandu. Wow? Fantastic
5. Negatif Film Foto Dokumentasi Kemerdekaan Disimpan di Bawah Pohon
Upacara proklamasi diabadikan oleh fotografer Frans Mendoer. Begitu upacara selesai, Frans didatangi tentara Jepang yang ingin merampas negatif film gambar tersebut. Frans berbohong dengan mengatakan negatifnya sudah diserahkan ke Barisan Polopor. Padahal, negatif film momen penting tersebut ditanamnya di bawah pohon di halaman kantor Harian Asia Raja. Andai negatif film tersebut dirampas Jepang, tentu kita tak akan pernah bisa melihat momen dramatis peristiwa proklamasi yang bersejarah. What? Negatif film? Negatif film is klise :D
6. Microphone Mati Saat Pembacaan Teks Proklamasi
Ketika Soekarno sedang membacakan teks proklamasi, tiba-tiba saja microphone yang digunakannya mati. Dan rekaman-rekaman teks proklamasi yang saat ini sering diperdengarkan adalah teks yang direkam pada tahun 1950an. Wajar saja kualitas pengeras suara saat itu tidak sehebat ini, apalagi penyetel suara yang handa. hoho? hehe
Nah, teman-teman sudah tau kan sedikit fakta dibalik proklamasi 70 tahun silam?. Mungkin masih banyak lagi hal-hal unik yang belum saya ketahui karena keterbatasan pengetahuan hehe. Dari fakta tersebut bisa kita ambil kesimpulan. Ketika proklamasi mungkin teknologi yang ada sangat minim tapi semangat juang mereka sangat kuat sehingga bisa mewujudkan kemerdekaan Indonesia, namun sekarang teknologi sudah sangat komplit tapi semangat kita sangat minim sehingga kita tidak bisa memberikan kontribusi untuk Indonesia. boro-boro Indonesia, desa kita aja ga bisa :D.
Dari hal tadi kita bisa belajar bahwa perjuangan itu pasti akan membuahkan hasil, tinggal kita yang harus memiliki semangat dan melaksanakan amanah yang ada di pundak kita sebagai warga negara Indonesia, semoga bermanfaat :)
70 tahun sudah Indonesia merdeka, meskipun sudah lama merdeka ternyata masih ada beberapa guyonan masyarakat yang menanyakan kebenaran akan sudah merdekanya bangsa ini. Terlepas dari apapun penilaian masyarakat kita tetap harus menghargai pejuang-pejuang kita yang susah payah merebut kemerdekaan bangsa ini dari para penjajah. Beragam peristiwa patriotik mereka terukir dalam sejarah yang pasti disampaikan guru-guru ataupun orang tua kita di sekolah maupun di rumah.
Namun dibalik kumpulan peristiwa bersejarah tersebut terdapat juga beberapa fakta yang cukup unik, sekarang mungkin terlupakan atau bahkan sama sekali kita tidak mengetahuinya. Penasaran..? Ini dia:
1. Soekarno Sakit Saat Malam Proklamasi
Pada malam proklamasi ternyata Soekarno sedang menderita malaria yang menyebabkan dia tidak enak badan dan demam. Pada saat itu Bung Karno harus begadang bersama sahabatnya untuk menyusun naskah Proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Setelah selesai, Bung Karno dialiri chinineurethan intramusculair dan meminum obat pil brom chinine serta kemudian tidur.
Besoknya Bung Karno bangun sekitar pukul 09:00 dan tepat pada pukul 10:00 beliau membacakan teks Proklamasi. Setelah selesai mengumandangkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan dilakukan upacara bendera, Bung Karno kembali ke kamar tidur dan beristirahat. really? It is history :)
2. Bendera Pusaka Terbuat dari Kain Sprei
Sebelum 16 Agustus 1945, Istri Bung Karno, Fatmawati, sebenarnya sudah membuat bendera merah putih. Tapi bendera itu dianggap terlalu kecil karena panjangnya hanya 50 cm. Fatmawati lalu membongkar lemarinya dan menemukan selembar kain sprei putih, tapi tidak ada kain merah. Lalu seorang pemuda bernama Lukas Kastaryo berkeliling dan mendapatkan kain merah milik penjual soto. Kain tersebut dibeli dan diberikan kepada Fatmawati. Bendera baru berukuran 276×200 cm itu pun dikibarkan pada 17 Agustus 1945 di tiang bambu sederhana. What do you say? Fantastic :D
3. Naskah Proklamasi Hilang, dan Ditemukan di Tempat Sampah
Draft teks proklamasi ditulis pada secarik kertas oleh Bung Karno dengan didikte oleh Bung Hatta. Anehnya, setelah acara selesai, dokumen penting itu hilang. Ternyata kertas tersebut terbuang di tempat sampah di rumah Laksamana Maeda. Beruntung, wartawan BM menemukannya. Setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari, akhirnya dia menyerahkannya kepada presiden Soerharto pada tanggal 29 Mei 1992. Believe it? hoho maybe :D
4. Upacara Dilangsungkan Secara Sederhana
Proklamasi tentunya tidak dilakukan seperti zaman sekarang. Upacara berlangsung tanpa protokol, korps musik, konduktor dan pancagram. Tiang bendera yang terbuat dari bambu juga hanya di pasang sekitar beberapa menit sebelum upacara dilaksanakan. Namun pada saat itu rakyat Indonesia yang telah berada di halaman rumah Soekarno serentak menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan berbaris rapi tanpa ada yang memandu. Wow? Fantastic
5. Negatif Film Foto Dokumentasi Kemerdekaan Disimpan di Bawah Pohon
Upacara proklamasi diabadikan oleh fotografer Frans Mendoer. Begitu upacara selesai, Frans didatangi tentara Jepang yang ingin merampas negatif film gambar tersebut. Frans berbohong dengan mengatakan negatifnya sudah diserahkan ke Barisan Polopor. Padahal, negatif film momen penting tersebut ditanamnya di bawah pohon di halaman kantor Harian Asia Raja. Andai negatif film tersebut dirampas Jepang, tentu kita tak akan pernah bisa melihat momen dramatis peristiwa proklamasi yang bersejarah. What? Negatif film? Negatif film is klise :D
6. Microphone Mati Saat Pembacaan Teks Proklamasi
Ketika Soekarno sedang membacakan teks proklamasi, tiba-tiba saja microphone yang digunakannya mati. Dan rekaman-rekaman teks proklamasi yang saat ini sering diperdengarkan adalah teks yang direkam pada tahun 1950an. Wajar saja kualitas pengeras suara saat itu tidak sehebat ini, apalagi penyetel suara yang handa. hoho? hehe
Nah, teman-teman sudah tau kan sedikit fakta dibalik proklamasi 70 tahun silam?. Mungkin masih banyak lagi hal-hal unik yang belum saya ketahui karena keterbatasan pengetahuan hehe. Dari fakta tersebut bisa kita ambil kesimpulan. Ketika proklamasi mungkin teknologi yang ada sangat minim tapi semangat juang mereka sangat kuat sehingga bisa mewujudkan kemerdekaan Indonesia, namun sekarang teknologi sudah sangat komplit tapi semangat kita sangat minim sehingga kita tidak bisa memberikan kontribusi untuk Indonesia. boro-boro Indonesia, desa kita aja ga bisa :D.
Dari hal tadi kita bisa belajar bahwa perjuangan itu pasti akan membuahkan hasil, tinggal kita yang harus memiliki semangat dan melaksanakan amanah yang ada di pundak kita sebagai warga negara Indonesia, semoga bermanfaat :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar