Senin, 10 Agustus 2015

Sosok Dibalik Sampul Belakang Buku Iqro'

Halo sobat... Udah sehari nih ga posting,, hhe
Pada kesempatan kali ini ane mau ngenalin nih siapa sih orang yang ada di cover belakang buku iqro', kalian semua pasti pernah melihat wajah beliau, tapi belum tahu nama dan sosok beliau bagaimana, simak yaa


   Nama beliau adalah K.H. As’ad Humam penemu metode iqro' lahir pada tahun 1933. Nama asli dari KH As’ad Humam hanyalah As’ad saja, sedangkan Humam adalah nama ayahnya, H Humam Siradj. KH As’ad Humam (alm) tinggal di Kampung Selokraman, Kotagede Yogyakarta. Ia adalah anak kedua dari 7 bersaudara. KH Asad Humam berprofesi sebagai pedagang imitasi di pasar Bringharjo, kawasan Malioboro Yogyakarta. Profesi ini mengantarnya berkenalan dengan KH Dachlan Salim Zarkasyi. Berawal dari silaturahim ini kemudian KH As’ad Humam mengenal metode Qiroati.

   Betapa hebatnya beliau bisa menemukan metode iqro' padahal beliau bukan seorang akademisi atau kalangan terdidik lulusan Pesantren atau Sekolah Tinggi Islam, beliau hanya lulusan kelas 2 Madrasah Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta (Setingkat SMP).

   Metode iqro' yang ia dapatkan berasal dari keinginannya untuk mencetuskan metode qiroati, dari metode qiroati muncullah gagasan-gagasan KH As’ad Humam untuk mengembangkannya supaya lebih mempermudah penerimaan metode ini bagi santri yang belajar Al qur'an. Mulailah KH As’ad Humam bereksperimen, hasilnya kemudian ia catat, dan ia usulkan kepada KH Dachlan Zarkasyi.

   Gagasan-gagasan tersebut seringkali ditolak oleh KH Dachlan Salim Zarkasyi, terutama untuk dimasukkan dalam Qiroati, karena menurutnya Qiroati adalah inayah dari Allah sehingga tidak perlu ada perubahan. Hal ini mengakibat terjadinya sedikit konflik antara kedua tokoh tersebut. Sehingga pada akhirnya muncullah gagasan KH As’ad Humam dan Team Tadarus Angkatan Muda Masjid dan Mushalla (Team Tadarus “AMM”) Yogyakarta untuk menyusun sendiri dengan pengembangan penggunaan cara cepat belajar membaca Al-Qur’an melalui metode Iqro yang pastinya dikenal oleh masyarakat muslim bukan hanya di Indonesia, bahkan dikenal di Malaysia dan Singapura.

   Beliau mengalami cacat fisik sejak remaja. Beliau terkena penyakit pengapuran tulang belakang, dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta selama satu setengah tahun. Penyakit inilah yang membuat As’ad Humam tak mampu bergerak secara leluasa sepanjang hidupnya. Hal ini dikarenakan sekujur tubuhnya mengejang dan sulit untuk dibungkukkan. Dalam kesehariannya, sholatnya pun harus dilakukan dengan duduk lurus, tanpa bisa melakukan posisi ruku’ ataupun sujud. Bahkan untuk menengok pun harus membalikkan seluruh tubuhnya.

    K.H. As’ad Humam telah meninggalkan kita untuk selamanya. Pada awal Februari tahun 1996 dalam usia 63 tahun, beliau dipanggil Allah SWT. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada bulan Ramadhan hari Jum’at (2/2) sekitar Pukul 11:30. Jenazah KH. As’ad Humam dishalatkan di mesjid Baiturahman Selokraman Kota Gede Yogya tempat ia mengabdi. Beliau sangat layak disebut sebagai pahlawan bagi kita semua. Meskipun beliau telah meninggal dunia, ilmu yang beliau wariskan menjadi kebaikan bagi beliau yang terus mengalir menambah kebaikan bagi beliau di sisi Allah.

   Nah, sekarang kita sudah tau sosok beliau, secara otomatis beliau memiliki banyak murid karena gagasan metode iqro' yang beliau buat. Saat masih kecil saya yakin kita semua belajar iqro' sebelum belajar Al qur'an dan ketika sudah dewasa banyak yang mahir membaca Al qur'an bahkan menjadi seorang qari berawal dari belajar iqro, sudah sepantasnya kita bersyukur dan berterimakasih kepada beliau, karena lewat beliau sekarang kita bisa membaca Al qur'an.

3 komentar:

  1. Alhamdulillah . semoga semua amal kebaikan beliau di terima di sisi ALLAH SWT

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah . semoga semua amal kebaikan beliau di terima di sisi ALLAH SWT

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sobat,, makasih telah berkunjung diblog saya ...
      baca lagi artikel yang lain yaaaaaa... hhe

      Hapus